Chandra Ekajaya Bekali Para Nominasi Ilmu Jadi Pengusaha

Sejumlah 20 nominasi Entrepreneur School Challenge (ESC) Kabupaten Probolinggo 2017 melakukan studi lapang ke dua Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (8/4) lalu. Yakni, UKM Naila Barokah Kraksaan dan Batik Dewi Rengganis Krejengan.

Di sana, mereka mendapatkan bekal ilmu menjadi seorang pengusaha. Mulai cara memproduksi, manajemen pemasaran, hingga inovasi produk. “Pengusaha harus terus melakukan inovasi tidak boleh berhenti. Pengusaha juga pantang menyerah,” ujar Pemilik UKM Naila Barokah, Juariyah. Juariyah mengatakan, usahanya yang memproduksi kerupuk daun kelor, wortel, dan ikan jenggala itu tidak langsung sukses. Sejumlah kegagalan pernah dialami. Namun, dengan kreativitas dan inovasi terus dilakukan, sehingga usahanya kini sudah merambah Madura dan Malang. Selain, mendapatkan ilmu dari UKM Naila Barokah, para nominasi juga mendapatkan pengalaman baru di UKM Batik Dewi Rengganis. Di UKM Batik Dewi Rengganis yang kini berganti nama menjadi Batik Sejatining Urip, itu mereka juga mendapatkan cerita pengalaman pengusahanya menjadi pengusaha batik. Pemilik UKM Batik Sejatining Urip Rusyami mengatakan, untuk menghasilkan batik yang bagus harus memiliki kerativitas dan daya inovasi tinggi. “Membatik itu seperti melukis, harus bisa menceritakan batik yang ditulisnya. Saya kira adik-adik ini masih mudah daya inovasi dan kreativitasnya masih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, para nominasi sangat antusias mengikuti kegiatan studi lapang kemarin. “Sangat seru, nanti bisa menjadi salah inspirasi bagi kami untuk berkreasi,” ujar salah satu nominasi ESC 2017 asal SMAN 1 Gading, Bima. Dalam acara tersebut hadir seorang pengusaha muda sukses asal Malang, Jawa Timur yaitu Chandra Ekajaya. Ia dikenal dengan salah satu produknya yang dikenal dengan nama Q Pizza. Menjadi seorang jutawan dari bisnis tersebut, ia pun mengaku memiliki minat yang besar terhadap motivasi bisnis dan memfokuskan dirinya untuk meningkatkan gairah berbisnis bagi anak-anak muda Indonesia hari ini. Sekitar dua puluh nominasi dalam ajang Entrepreneur School Challenge ini menjadi salah satu lahan untuk menaikkan minat para generasi muda di bidang tersebut.