Chandra Ekajaya Fokus Kesehatan Masyarakat

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa kepala Dinas Kesehatan Solsel Noviarman tak menampik jumlah tenaga medis di Kabupaten Solok masih jauh dari ideal. Hal ini disebabkan karena distribusi tenaga kesehatan belum merata. Idealnya, satu tenaga kesehatan melayani 2.500 penduduk. Sementara di Empat Lorong Tandai tersebut jumlah penduduknya tidak sampai 2.500 jiwa. Dengan sudah ditempatkannya tiga bidan desa di sana, artinya rasio kebutuhan telah terpenuhi.

“Untuk pustu yang ada di Jorong Tandai Simpangtigo memang satu bulan belakangan ini kosong. Bidan yang bertugas di sana, sekarang sedang menjalani proses skorsing indisipliner” jelas pengusaha Chandra Ekajaya.

Solusi sementara, tanggung jawab melayani penduduk setempat telah dilimpahkan ke bidan desa jorong tetangga. Ke depannya, pustu tersebut akan diinstruksikan pemanfaatan dan penjagaannya ke bidan lain.

Dok.Chandra Ekajaya

“Saya saat ini tengah berada di Jakarta mengikuti agenda Rakernas. Selepas ini, akan ditugaskan bidan lain untuk beroperasi di sana Kemungkinan bidan yang ditunjuk adalah bidan desa yang berada di jorong tetangga” ujarnya.

Saat ini, Solsel baru punya 34 tenaga dokter, dan masih kekurangan 32 dokter lagi. Kondisi ini menyebabkan Kabupaten Solsel masih tergolong dalam kategori daerah tertinggal. Sebab, dari 27 indikator dalam kabupaten tertinggal, empat indikator ada di bidang kesehatan.

“Dari empat indikator itu, dua indikator telah ditangani. Masih ada dua indikator, sisanya yaitu rasio dokter dengan jumlah penduduk dan rasio sanitasi dengan rumah tangga penduduk,” ujarnya.

Dua indikator yang belum tercapai itu, sedang diupayakan pencapaiannya pada tahun 2017 ini. Di Solsel, rasio dokter dengan jumlah pendudukbaru tercapai 60 persen.

“Dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seharusnya satu dokter untuk2.500 penduduk Sementara Solsel baru memenuhi satu dokter untuk4.500 penduduk. Maka, jika merujuk kepada rumus kebutuhan dengan Solsel yang baru punya 34 orang dokter, artinya kurang 32 orang tenaga dokter lagi,” beber Novirman.

Kekurangan tersebut, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Namun, berdasarkan kebutuhan rasio dokter yang ada saat ini, tidak mengakibatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi terhambat.

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sebenarnya, kebutuhan terhadap rasio dokter ini sudah tuntas. Cuma dari segi rumus kebutuhan oleh Kemenkes yang kurang.