Chandra Ekajaya Tengok Survey

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya membaca hasil survei yang menguji popularitas, ketersukaan (favorit) dan elektabilitas 16 tokoh publik Jawa Barat tersebut menempatkan Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dede Yusuf pada posisi teratas. Sementara tokoh publik potensial lainnya, Desy Ratnasari dan Dedi Mulyadi, berada di bawah ketiganya. Tokoh lainnya, Bima Arya, Haris Yuliana, Iwa Karniwa, Maman Imanul Haq, M Iriwan, Netty Prasetiani Heryawan, Nurul Arifin, Puti Guntur Soekarno, Saan Mustopa, Tb. Hasanuddin dan Uu Ruzhanul Ulum, berada di urutan selanjutnya.

Walaupun masih terlalu dini, penulis memprediksi peta opini publik di atas tidak akan terlalu jauh berubah. Artinya, dengan modifikasi komunikasi politik antarelite dan juga realitas ketersediaan kursi masing-masing parpol di DPRD Jabar yang mensyaratkan minimal 20 kursi, tokoh-tokoh publik di atas kemungkinan besar akan menjadi pasangan cagub/cawagub potensial di Pilgub Jabar 2018.

Dok.Chandra Ekajaya

Faktor parpol

Menurut pengusaha Chandra Ekajaya, secara hitung-hitungan kursi di parlemen, sebetulnya hanya PDI-P (20 kursi) yang memiliki hak mencalonkan cagub/cawagubnya sendiri. Sementara parpol lain harus melakukan koalisi. Golkar dan PAN yang secara riil sudah berkoalisi dalam wadah Fraksi. Golkar Amanah sebetulnya memiliki hak yang sama dengan PDI-P. Bila disatukan kedua parpol itu mendulang 21 kursi, dan itu cukup untuk mencalonkan cagub/ca-wagubnya sendiri. Parpol lainnya, PKS (12 kursi), Demokrat – (12 kursi), Gerindra (11 kursi), PPP (9 kursi], PKB (7 kursi), dan tfasdemyang berkoalisi di parlemen dengan Hanura masing-masing 5 dan 3 kursi.

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa PDIP dan Golkar yang berkoalisi dengan PAN memiliki cagub/cawagub sendiri, maka tinggal sisa partai lainnya yang harus berkoalisi. Melihat sejarah kemesraan solid antara PKS dan Gerindra di semua tingkat politik, tidak menutup kemungkinan dua parpol itu berkoalisi untuk mengusung pasangan cagub/cawagub. Sisa parpol lainnya harus menentukan sikap, apakah membentuk poros koalisi baru atau bergabung dengan paipol yang kemungkinan besar sudah memiliki cagub/cawagub sendiri.