Lima Tahap Literasi Membaca Anak Usia Dini

KEMAMPUAN literasi membaca bukan sesuatu yang terjadi begitu saja. Bayi lahir tak secara otomatis melek huruf (literate). Literasi membaca bukan sekadar hasil bentukan lingkungan juga bukan sekadar kematangan fisik. Kemampuan literasi membutuhkan proses pengajaran dan pra-ktik melalui beberapa tahapan. Maryanne Wotf dalam bukunya Proust and the Squid: the story and stience of the reading brain menulis lima tahapan dalam perkembangan literasi membaca anak usia dini.

Tahap 1, The Emerging Pre-reader (usia 6 bulan-6 tahun): Pra-pembaca yang baru muncul lebih dikenal dengan istilah kesiapan membaca (reading readi-ness). Tahapan ini dimulai saat anak senang mendengarkan orang lain membacakan buku cerita untuknya. Tahapan ini berlangsung kurang lebih lima tahun, seiring perkembangan kognitif dan sosial anak. Tahapan ini juga disebut sebagai Tahap Fantasi (Magical Stage).

Tahap 2, The Novice Reader (usia 6 – 7 tahun): Tahapan pembaca pemula ini juga dikenal sebagai tahapan asosiasi selektif atau tahapan pembentukan konsep diri (Self Concept Stage). Anak memandang dirinya sebagai pembaca dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca; anak senang berpura-pura membaca. Tahapan ini dimulai saat anak belajar memecahkan kode atau simbol dan memahami maknanya. Untuk memahami sistim abjad anak perlu waktu beberapa tahun. Di tahapan ini rata-rata anak sudah menguasai 2.500-5000 kata.dok.chandraekajaya

Tahap 3, Decoding Reader (usia 7-9 tahun): Pembaca sandi ini merupakan masa transisi dari tahap pembaca pemula ke tahap decoding yang ditandai kefasihan ucapan sehingga anak lebih percaya diri. Kosa kata anak bertambah minimal 3.000 kosa kata. Ke-trampilan membacanya berkembang cepat dan sudah mamaha-mi bahwa kata terdiri dari akar kata, prefik dan sufik. Misalnya anak telah mengenal morfem “an” karena morfem ini melekat pada banyak kata seperti kata makanan, bacaan, minuman, dan lain-lain.

Tahap 4, The Fuent, Com-prehending Reader (usia 9-15 tahun): Pembaca faham dan lancar ini ditandai pergeseran dari belajar membaca ke membaca untuk belajar. Anak sudah menguasai ejaan; anak mampu membaca dengan fasih sehingga orang tua atau guru sering mengira bahwa mereka memahami semua yang dibaca.

Pembaca Ahli

Tahap 5, Expert Reader (usia 16 tahun ke atas): Tahapan pembaca ahli ini merupakan tahapan terakhir dalam belagar membaca yang juga sering disebut sebagai tahap pembaca mandiri (Inde-pendent Reader Stage). Anak sudah memiliki ketrampilan untuk membaca berbagai jenis buku secara bebas dengan tujuan memperoleh informasi. Anak biasanya sudah dapat berpikir kritis atas isi bacaan, memiliki kemampuan menganalisis, menimbang, mengkonstruksi makna, dan menilai isi bacaan.